Source: Shutterstock

Gaya Pola Asuh Orang Tua Milenial, Kamu yang Mana?

Waktu mengubah segalanya, begitu juga budaya, perilaku dan nilai-nilai setiap zaman selalu berganti dan berubah. Bukan hanya dalam urusan fashion dan teknologi yang harus mengikuti perkembangan zaman. Tapi, cara mendidik dan pola asuh anak juga perlu disesuaikan dengan kondisi kekinian

Terlebih anak zaman now yang biasa disebut milenial memiliki karakter berbeda dengan mereka yang tumbuh di tahun 90-an. Buat yang belum tahu, seorang milenial adalah seorang individu yang lahir di antara tahun 1980 dan 2000.

Nah, para orang tua milenial banyak melibatkan sumber informasi dari mesin pencari dan media sosial untuk mempraktikkan pola asuh kekinian. Lalu seperti apa sih pola asuh ala orang tua milenial, simak yuk:

1. Berpikir open mind

Para orangtua milenial cenderung berpikiran terbuka. Mereka memiliki perspektif yang tidak konvensional dalam membentuk keluarga modern. Gaya parenting dalam kelompok ini lebih mengutamakan kerja tim, dan mengesampingkan pembagian tugas tradisional yang berdasarkan gender.

Selain itu, mereka memiliki kesadaran yang lebih tinggi untuk membangun identitas dan netralitas gender anak-anak. Menurut survey Time, 50% orangtua milenial lebih memilih mainan anak yang netral gender.

2. Fokus pada anak

Berbeda dengan orangtua zaman dahulu yang saklek dan tegas “mengatur” anak, orangtua millennial lebih dinamis dan menganggap anak bisa punya keputusan sendiri akan hidupnya.

Kini orangtua milenial mengoreksi gaya parenting orangtuanya dahulu. Mereka mencatat apa-apa saja yang tidak disukai dari orangtua dan memastikan tidak melakukan hal serupa pada anak mereka.

3. Digital savvy

Sejak hamil, orangtua milenial bergantung pada aplikasi kehamilan untuk melihat tumbuh kembang bayi. Orangtua milennial juga mencari informasi tentang parenting lewat media sosial dan tidak ragu untuk saling berbagi melalui supporting group melalui Facebook dan Whatsapp.

4. Posting kegiatan anak di media sosial

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan Time terhadap 2000 orangtua milenial menunjukkan 81% di antara mereka telah membagikan foto anaknya di media sosial. Para orangtua ini paham akan dampak negatif penyebaran informasi lewat media sosial. Mereka cenderung lebih sadar pengaturan privasi agar dapat berbagi dengan aman.

Kecenderungan kelompok ini untuk melakukan social sharing secara positif terkait dengan hidup anak-anak mereka. Anak-anak dari orangtua millennial cenderung menjalin ikatan sosial yang kuat di luar sekolah, melalui peningkatan rasa keterhubungan dengan satu sama lain.

5. Kerja kreatif dan melek finansial

Akses pada informasi membuat orangtua milenial belajar banyak hal terutama tentang finansial. Tak heran banyak yang sudah mulai menabung dana kuliah sejak anaknya masih bayi.

Kebanyakan dari milenial tetap bekerja meski telah punya anak. Tak sedikit yang bekerja dari rumah menjadi freelancer. Jadi jelas orangtua milenial punya tantangan tersendiri menyoal mengatur waktu antara keluarga, pekerjaan, dan me time. Pasangan suami istri sibuk dengan urusan pekerjaan mereka. Di sisi lain, urusan tumbuh kembang anak dan rumah, juga tetap menjadi prioritas.

Zeen is a next generation WordPress theme. It’s powerful, beautifully designed and comes with everything you need to engage your visitors and increase conversions.