Ketika perempuan menjadi ayah dan ibu sekaligus
Thinkstock

Agar Tak Stres, Begini Cara bagi Waktu Ibu Bekerja

Perempuan menjadi salah satu makhluk multitasking yang memiliki berbagai peran, seorang ibu, isteri juga seorang pekerja. Bahkan data dari Center for American Progress menyebutkan bahwa separuh dari para pekerja di Amerika Serikat adalah perempuan. Dan 4 dari 10 rumah memiliki ibu yang bekerja juga.

Memiliki tiga peran sekaligus tentunya tidak sedikit membuat perempuan merasa bersalah dan stres karena harus membagi perhatian antara pekerjaan dan keluarga. Berikut tips menjalankan multiperan seorang ibu dan pekerja di waktu yang bersamaan.

1. Lepaskan rasa bersalah

Daripada memikirkan bagaimana Anda tidak bersama dengan anak, lebih baik pikirkan bagaimana peran Anda di perusahaan yang bisa menguntungkan keluarga Anda. Mungkin Anda bisa mengikuti kelas-kelas tertentu yang bisa mengedukasi anak atau menyimpan uang untuk biaya kuliahnya kelak.

“Ibu karir yang paling sukses telah menemukan cara untuk menjadi efisien di dua-duanya, dan itu membutuhkan kemampuan untuk menerima pilihan dan fokus dengan prioritasnya saat ini,” kata Lisa Pierson Weinberger, seorang pengacara yang juga Founder dari Mom, Esq.

Menerima bahwa hal itu akan berdampak positif ataupun negatif. Seorang ibu harus mengetahui bahwa mereka tidak sendirian dan mendiskusikannya dengan pasangan mereka ataupun grup pendukungnya.

2. Buat pagi hari lebih mudah

Hindari memulai hari dengan tergesa-gesa dan kelelahan dengan mengorganisirnya dari malam sebelumnya. Rapikan makan siang anak, baju yang Anda dan anak kenakan sebelum pagi hari untuk menghindari hal tersebut.

“Anda bisa memutuskan apa yang harus dibuat untuk sarapan, merapikan tas anak dan tas Anda dan meletakkannya di dekat pintu, didekat tempat Anda menaruh kunci sehingga Anda bisa dengan mudah mengambilnya dan menguncinya sambil berjalan keluar,” saran Amanda Wiss, founder Urban Clarity. Melihat jadwal seperti apa yang dilakukan esok hari bisa membantu orang tua menentukan pakaian seperti apa yang anak harus kenakan, termasuk untuk bekal makanannya. Tentunya, itu juga menjadi waktu terbaik untuk mendiskusikan waktu bersama keluarga.

3. Membuat kalender keluarga

Tentukan apa prioritas keluarga Anda. Kalender bisa termasuk tanggal tagihan, jadwal pekerjaan sehari-hari untuk anak, acara sekolah dan keluarga, kegiatan eskul, ulangtahun dan lainnya. Wiss juga menyarankan untuk menggunakan Google Calendar karena lebih mudah dibagikan dan terhubung di smartphone. Selain itu, mereka juga memiliki penanda berwarna-waeni sehingga bisa mengingatkan Anda terhadap prioritas yang paling utama.

4. Tetap terhubung sepanjang hari

Tetap terhubung dengan anak Anda meskipun Anda sedang tidak bersama dengannya. Apalagi untuk ibu dengan anak kecil, rekam suara Anda ketika berbicara ataupun bernyanyi saat membacakannya buku cerita. Itu bisa diputar ketika Anda tidak bersama dengan anak dan anak pun bisa merasa terus dengan Anda. Jika Anda tidak bisa hadir atau telat mendatangi acara spesialnya, berikan sesuatu yang istimewa di pagi hari seperti jimat keberuntungan atau catatan kecil.

Sebagai tambahan, luangkan juga waktu kosong untuk diri Anda. Membiarkan diri beristirahat sejenak dari rutinitas sehari-hari sangat membantu Anda mengatasi masalah-masalah di hari sebelumnya. Hal simpel seperti membaca buku sebelum tidur, pergi ke spa seminggu sekali atau berolahraga tentunya sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh dan mental Anda.

Zeen is a next generation WordPress theme. It’s powerful, beautifully designed and comes with everything you need to engage your visitors and increase conversions.