Source:: Freepik

Jangan Drama Soal Pekerjaan di Media Sosial

Di era serba sosial media ini, tentunya tidak sedikit Anda menemukan postingan di sosial media seperti Facebook, Twitter ataupun Instagram yang isinya keluhan yang terjadi di tempat kerja.

Entah karena jam kerjanya yang terlalu lama, adu argumen dengan rekan kerja ataupun mengenai tingkah laku seseorang di kantor. Meskipun hal tersebut sudah umum, namun ternyata tidak profesional untuk memosting sesuatu mengenai kehidupan pekerjaan Anda di akun sosial media pribadi.

Kehidupan profesional dan personal Anda mungkin bertumpang tindih, namun yang terbaik adalah membuat beberapa garis yang tidak boleh Anda lewati,” kata Courtney Spritzer dan Stephanie Cartin, co-CEO dan co-founder dari Socialfly.

Mereka juga menambahkan kalau sekarang ini bahkan sosial media menjadi bahan pertimbangan seseorang untuk diterima di suatu perusahaan. Meskipun tidak masalah jika Anda memposting sesuatu yang positif mengenai rekan kerja ataupun budaya tempat Anda bekerja, drama ataupun komplain mengenai pekerjaan ada baiknya disembunyikan saja karena sangat berisiko.

Berikut hal yang mungkin Anda dapatkan dari terlalu seringnya membeberkan masalah dan drama yang Anda miliki di tempat kerja.

1. Merusak nama baik Anda

Jika Anda memposting mengenai drama yang ada di tempat kerja, atasan Anda dan perusahaan lain tidak akan menyukai hal itu. Menurut Spritzer dan Cartin, mengoceh mengenai atas akan membuat Anda terlihat bukan seseorang yang bekerja dalam tim sehingga membahayakan peluang karir di masa depan.

“Ketika orang lain tahu Anda hanya dari postingan Anda, dan postingan tersebut cenderung berisikan drama, maka Anda cenderung dianggap tidak dewasa, pencari perhatian dan sangat manja,” kata Gail Z. Martin, penulis dari The Essential Social Media Marketing Handbook. Anda juga tidak terlihat dapat menyelesaikan masalah dengan cara yang dewasa jika semuanya hanya keluhan.

2. Merusak reputasi tempat bekerja

Tidak ada perusahaan yang sempurna, termasuk pekerjanya. Namun membicarakan mengenai atasan ataupun rekan kerja Anda di dunia maya hanya akan membuat reputasi perusahaan buruk, sama halnya dengan Anda.

“Anda tidak tahu berapa banyak pelanggan, calon pelanggan, rekan kerja, anggota dewan ataupun pemegang saham yang melihat postingan sosial media Anda,” ujar Martin. Sehingga ketika Anda membagikan drama di tempat kerja, bukan diri Anda saja yang tercitra buruk sebagai orang yang selalu cengeng, namun juga membuat citra buruk untuk perusahaan.

3. Konten yang diposting permanen

Sekali Anda memposting sesuatu, Anda tidak bisa menghapusnya. Mudah memang untuk melampiaskan emosi setelah beragumen panjang mengenai situasi yang tidak adil. Tetapi, sekali Anda membawa isu tersebut di internet, konten tersebut bersifat permanen. Karena meskipun Anda sudah menghapusnya, orang lain mungkin sudah men-screenshot-nya dan membagikannya pada orang lain.

“Sosial media itu bersifat publik dan permanen. Anda tidak tahu siapa yang bisa melihat postingan Anda meskipun Anda berpikir sudah membatasi pengaturan berbagi Anda,” ungkap Martin.

Zeen is a next generation WordPress theme. It’s powerful, beautifully designed and comes with everything you need to engage your visitors and increase conversions.