Tips Asyik Kelola Keuangan dengan Banyak Anak

Di era tahun 1976-an, 40 persen dari perempuan berusia 40 sampai 44 tahun di Amerika memiliki lebih dari empat anak, berdasarkan Pew Research Center. Namun sejak itu pula, ukuran suatu keluarga di sana menurun drastis.

Menurut Gallup poll, ditemukan bahwa 65 persen warga Amerika mengatakan biaya merawat anak menjadi pemicu para pasangan untuk membatasi ukuran keluarga mereka. “Itu selalu menghancurkan hati saya ketika orang bilang mereka tidak mampu membiayai lebih dari satu anak,” kata Sarah Sabo, seorang ibu tiga anak dari Arlington, Virginia, pada money.usnews.

Untuk itu, ia dan keluarga lainnya pun membagikan tips bagaimana berpikir kreatif dalam mengelola keuangan untuk keluarga yang besar.

1. Jangan berekspektasi

Jangan berekspektasi yang muluk-muluk. Menurut Kerri Engle, seorang ibu dari New Orleans, keluarga yang besar bisa mengurangi keuangan berlebih dengan mengakumulasikan pengeluaran untuk hal-hal yang dibutuhkan saja.

“Ada banyak cara untuk berhemat, namun yang paling baik adalah dengan hidup sesimpel mungkin dan mengurangi pembelian tidak penting,” katanya. Menurutnya, sekali keluarga melepaskan ide mengenai hal-hal tertentu seperti rumah yang besar ataupun pakaian branded, merawat banyak anak bisa lebih mudah secara finansial.

2. Miliki rumah yang kecil

Rumah kecil dengan banyak anak mungkin sedikit aneh, karena rumah dapat terlihat penuh dan ramai serta mungkin tidak cukup banyak ruang. Namun rumah yang lebih kecil artinya pengeluaran untuk listrik dan biaya air pun akan lebih kecil juga, termasuk biaya sewa rumah apabila belum memiliki rumah sendiri. “Kami memiliki ruang bebas yang sedikit dibandingkan kebanyakan orang, tetapi kita membayar lebih sedikit untuk rumah,” kata Amanda Elo, seorang ibu dengan tujuh anak di Minnesota. Ia dan suaminya membeli rumah dengan luas 1,900 kaki dan tiga kamar tidur.

3. Hindari makan di luar

David Geibel, Managing Director and Senior Vice Presiden Univest Wealth Management mengatakan makan di luar bisa dengan sangat cepat membuat dompet Anda menipis. Untuk menghindari itu, Geibel pun membuat makanan sendiri di rumah untuk dirinya dan juga anak-anak. Termasuk hal-hal seperti kopi ataupun es krim yang sering kali dinikmati di saat tidak terduga. Membuatnya di rumah, bisa menekan biaya untuk keinginan seperti itu. “Es krim di rumah masih lebih murah dibandingkan es krim di Dairy Queen,” timpal Sabbo. 

4. Jangan takut belanja barang second

Tentunya sangat mudah dimengerti kenapa orang tua cenderung memilih pakaian baru, memiliki brand dan sebagainya, namun itu bisa sangatlah mahal dan lebih dari budget yang Anda persiapkan. Padahal mungkin saja, anak Anda bisa lebih cocok dengan pakaian dari toko pakaian bekas.

Memang untuk sebagian orang, pakaian bekas menjadi sangat tricky. Tetapi jika berpikir jauh ke depan, tidak hanya meringankan secara finansial namun juga membantu mengusung konsep ramah lingkungan.

5. Jangan acuhkan simpanan hari tua

Keluarga yang besar harus memikirkan strategi mengenai di mana mereka harus menyimpan uang yang lebih. Untuk itu, prioritaskan untuk simpanan di hari tua, finansial di masa depan dan mengamankan uang kuliah untuk anak-anak.

Karena jika Anda gagal merencanakan mengenai masa pensiun nanti, maka Anda akan menjadi beban untuk anak yang sudah dewasa. Untuk masa depan anak-anak sendiri, ketahui terlebih dahulu kemampuan anak untuk lanjut ke jenjang kuliah. Cari tahu mengenai universitas yang murah namun memiliki kualitas yang bagus, program beasiswa dan lainnya.

Zeen is a next generation WordPress theme. It’s powerful, beautifully designed and comes with everything you need to engage your visitors and increase conversions.